Direktur Manajemen Proyek dan Energi Terbarukan PLN Archives | Institut Teknologi PLN https://itpln.ac.id/tag/direktur-manajemen-proyek-dan-energi-terbarukan-pln/ ksatriapetir Fri, 20 Jun 2025 06:40:14 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.8.3 https://itpln.ac.id/wp-content/uploads/2022/06/sttpln2-1.png Direktur Manajemen Proyek dan Energi Terbarukan PLN Archives | Institut Teknologi PLN https://itpln.ac.id/tag/direktur-manajemen-proyek-dan-energi-terbarukan-pln/ 32 32 Indonesia Siap Bangun PLTN, ITPLN Bentuk Lembaga Nuklir Bertaraf Global https://itpln.ac.id/indonesia-siap-bangun-pltn-itpln-bentuk-lembaga-nuklir-bertaraf-global.html/ https://itpln.ac.id/indonesia-siap-bangun-pltn-itpln-bentuk-lembaga-nuklir-bertaraf-global.html/#respond Thu, 19 Jun 2025 12:57:17 +0000 https://itpln.ac.id/?p=10996 JAKARTA — Indonesia semakin serius melangkah ke era energi nuklir. Institut Teknologi PLN (ITPLN) resmi membentuk lembaga riset bertaraf global bernama Global Institute for Nuclear Energy and Sustainable Development (GINEST). Kehadiran lembaga ini ditujukan untuk mendukung percepatan transisi energi bersih dan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di tanah air.   Rektor ITPLN, Prof. Iwa...

The post Indonesia Siap Bangun PLTN, ITPLN Bentuk Lembaga Nuklir Bertaraf Global appeared first on Institut Teknologi PLN.

]]>
JAKARTA — Indonesia semakin serius melangkah ke era energi nuklir. Institut Teknologi PLN (ITPLN) resmi membentuk lembaga riset bertaraf global bernama Global Institute for Nuclear Energy and Sustainable Development (GINEST). Kehadiran lembaga ini ditujukan untuk mendukung percepatan transisi energi bersih dan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di tanah air.

 

Rektor ITPLN, Prof. Iwa Garniwa, mengatakan GINEST akan menjadi pusat keilmuan sekaligus jejaring kolaborasi global dalam penguasaan teknologi nuklir. Menurut dia, lembaga ini lahir untuk memperkuat posisi Indonesia di kancah energi bersih dunia yang kini bergerak cepat menuju target net zero emission.

 

“GINEST akan menjadi pusat keilmuan dan kolaborasi global dalam penguasaan teknologi nuklir, sekaligus memperkuat posisi Indonesia di kancah energi bersih dunia,” ujar Iwa dalam acara stadium general GINEST ITPLN di Jakarta, Kamis (19/6/2025).

Pemerintah sebelumnya telah memasukkan pengembangan PLTN dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034. Untuk pertama kalinya, energi nuklir dimasukkan dalam peta jalan nasional, dengan target penambahan kapasitas 500 megawatt (MW) dalam periode tersebut.

 

Dalam jangka panjang, kapasitas itu ditargetkan meningkat hingga 4.000–4.300 MW, termasuk melalui penerapan teknologi small modular reactor (SMR) dan reaktor terapung. PLTN diproyeksikan menjadi salah satu tulang punggung ketahanan energi Indonesia pascaketerbatasan energi fosil.

 

Prof. Iwa menuturkan, GINEST akan fokus pada tujuh program utama. Di antaranya, memberikan masukan kebijakan teknologi nuklir kepada pemerintah, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM), serta memperkuat kerja sama global di sektor energi nuklir. “Kita harus masuk sebagai pemain utama energi masa depan,” katanya.

 

Selain itu, GINEST juga akan mengembangkan riset bahan bakar nuklir, pengelolaan limbah radioaktif, dan membangun aliansi keilmuan antarperguruan tinggi. Lembaga ini diharapkan menjadi motor integrasi ekosistem riset energi nuklir nasional.

Direktur Manajemen Proyek dan Energi Terbarukan PLN, Suroso Isnandar, dalam kesempatan yang sama menyebutkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menegaskan pentingnya pemanfaatan teknologi nuklir, tak hanya untuk sektor pertahanan, tetapi juga energi, kesehatan, dan pertanian.

 

Menurut Suroso, pengembangan PLTN memerlukan komitmen nasional yang kuat karena siklus proyeknya panjang, bisa mencapai 100 tahun, sejak perencanaan, konstruksi, hingga operasi. “Kalau target operasional 2034, prakontrak harus mulai tahun depan,” ucapnya.

 

Saat ini, teknologi PLTN skala besar di dunia banyak menggunakan sistem pressurized water reactor (PWR). Bahan bakar berupa pelet uranium seukuran 1 sentimeter mampu menghasilkan energi setara 1 ton batu bara. Pengisian ulang bahan bakarnya hanya perlu dilakukan setiap 1,5 hingga 2 tahun.

 

Dari sisi emisi, PLTN disebut memiliki jejak karbon jauh lebih rendah dibanding pembangkit fosil. Suroso menyebutkan, emisi PLTN hanya sekitar 0–12 gram CO₂ per kilowatt-hour (kWh), jauh di bawah PLTU supercritical yang mencapai 870 gram CO₂ per kWh.

 

Ketua GINEST ITPLN, Agus Puji Prasetyono, menilai pengembangan PLTN menjadi solusi strategis dalam transisi energi. Selain tanpa memerlukan subsidi, PLTN penting untuk mewujudkan kedaulatan energi nasional dan mendukung target net zero emission pada 2060.

Agus menyatakan, Indonesia menargetkan pembangunan sekitar 200 unit PLTN hingga 2050. Untuk itu, kapasitas SDM di bidang nuklir harus diperkuat.

 

“Berarti, kita harus betul-betul siapkan sumber daya manusia juga teknologinya. Kan kita tidak mungkin akan tergantung semuanya PLTN itu dari luar. Selain itu, teknologi inovasi dan juga SDM terampil tersertifikasi itu juga nanti akan kita bangun mulai dari ITPLN,” tegasnya.

 

GINEST, lanjut Agus, akan fokus pada pelatihan SDM, pengembangan teknologi inovasi, dan penyusunan rekomendasi kebijakan energi nasional. Ia meyakini, energi nuklir dapat menjadi pilar utama transisi energi bersih yang mandiri dan berkelanjutan di Indonesia.***

The post Indonesia Siap Bangun PLTN, ITPLN Bentuk Lembaga Nuklir Bertaraf Global appeared first on Institut Teknologi PLN.

]]>
https://itpln.ac.id/indonesia-siap-bangun-pltn-itpln-bentuk-lembaga-nuklir-bertaraf-global.html/feed/ 0
Peluang Emas! ITPLN Buka Program Studi Sains Data, Siap Cetak Talenta Kelas Dunia https://itpln.ac.id/peluang-emas-itpln-buka-program-studi-sains-data-siap-cetak-talenta-kelas-dunia.html/ https://itpln.ac.id/peluang-emas-itpln-buka-program-studi-sains-data-siap-cetak-talenta-kelas-dunia.html/#respond Thu, 19 Jun 2025 12:24:44 +0000 https://itpln.ac.id/?p=10991 JAKARTA — Institut Teknologi PLN (ITPLN) resmi membuka Program Studi Sarjana (S1) Sains Data atau Data Science. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap kebutuhan industri yang kian bergantung pada pengolahan data berskala besar, mulai dari sektor keuangan digital, kesehatan, manufaktur, hingga e-commerce.   Rektor ITPLN, Prof Iwa Garniwa, mengatakan program ini dirancang untuk menjawab tantangan...

The post Peluang Emas! ITPLN Buka Program Studi Sains Data, Siap Cetak Talenta Kelas Dunia appeared first on Institut Teknologi PLN.

]]>
JAKARTA — Institut Teknologi PLN (ITPLN) resmi membuka Program Studi Sarjana (S1) Sains Data atau Data Science. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap kebutuhan industri yang kian bergantung pada pengolahan data berskala besar, mulai dari sektor keuangan digital, kesehatan, manufaktur, hingga e-commerce.

 

Rektor ITPLN, Prof Iwa Garniwa, mengatakan program ini dirancang untuk menjawab tantangan era digital yang menjadikan data sebagai aset strategis.

 

“Data bukan lagi pelengkap, tapi tulang punggung kemajuan di berbagai sektor. Karena itu, kami hadirkan program studi ini dengan pendekatan yang benar-benar berbasis praktik,” ujar Iwa Garniwa di Jakarta, Rabu (19/6/2025).

Keunggulan utama program ini terletak pada penerapan laboratorium hidup terbesar di Indonesia, yakni ekosistem energi nasional. Mahasiswa tak hanya dibekali teori, tetapi juga terjun langsung dalam pengolahan data skala besar dan penanganan persoalan-persoalan strategis yang dihadapi sektor energi dan industri nasional.

 

“Lewat ekosistem ini, mahasiswa belajar memecahkan masalah nyata. Mereka tidak hanya dipersiapkan untuk sektor energi, tapi juga jadi talenta data yang bisa bersaing di fintech, kesehatan, hingga e-commerce. Kami ingin mencetak talenta kelas dunia yang adaptif dan kompetitif,” kata Iwa.

 

Program ini diharapkan mampu memperkuat kontribusi ITPLN dalam menciptakan sumber daya manusia unggul di bidang data science yang saat ini sangat dibutuhkan industri nasional dan global.

 

Direktur Manajemen Proyek dan Energi Terbarukan PLN, Suroso Isnandar yang turut hadir pada peluncuran Prodi Sains Data ITPLN menyambut baik peluncuran Program Studi Sains Data di ITPLN. Program ini dinilai penting untuk memenuhi kebutuhan tenaga ahli di bidang data science, khususnya untuk mendukung proyeksi permintaan energi nasional dan perkembangan industri data center di Indonesia.

Menurut Suroso, kehadiran program studi tersebut sejalan dengan kebutuhan industri kelistrikan yang semakin berbasis data. Dia menegaskan, PLN membutuhkan tenaga ahli data untuk memproyeksikan arah pertumbuhan beban listrik di berbagai wilayah, termasuk permintaan khusus dari data center.

 

“Data science itu sangat kami perlukan untuk memproyeksikan arah demand kita. Pertumbuhan beban tertinggi saat ini ada di Jawa mencapai 293 terawatt hour (TWh), di Sumatera 73 TWh, dan seterusnya. Khusus untuk data center, bebannya mencapai 28 TWh di Jawa dan 17 TWh di Batam,” kata Suroso.

 

Ia menambahkan, dalam beberapa tahun ke depan, kebutuhan tenaga kerja di bidang data center akan terus meningkat seiring rencana migrasi hampir 75 data center ke Indonesia. Dengan demikian, lulusan program studi tersebut diharapkan dapat langsung mengisi kebutuhan pasar saat mereka lulus.

 

“Begitu sekarang dibuka, empat tahun lagi sudah ada lulusan. Dan saat itu data center sudah jadi, mereka bisa langsung mengisi. Ini sangat tepat,” kata Suroso.

 

Peluncuran Program Studi Sains Data ini menjadi bagian dari upaya ITPLN mendukung percepatan transformasi digital di sektor energi, sekaligus menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten di bidang analisis data untuk kebutuhan nasional.

 

Sebelumnya, Wakil Rektor I Bidang Akademik ITPLN, Prof. Syamsir Abduh menerima Surat Keputusan (SK) Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 381/B/O/2025. SK dari Plt. Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III (LLDIKTI III), Tri Munanto.

Prof. Syamsir memastikan, program studi baru ini mulai dibuka pada tahun ajaran 2025-2026 yang akan dimulai September mendatang. Ia menyebutkan, Prodi Sains Data ITPLN menjadi satu-satunya di Indonesia yang secara spesifik menerapkan ilmu data sains untuk sektor ketenagalistrikan.

 

“Kalau yang lain mungkin umum, kami khusus. Penerapan sains data untuk ketenagalistrikan baru ada di ITPLN,” kata Syamsir.

 

Ia menambahkan, pembukaan program studi ini merupakan bagian dari transformasi ITPLN menuju perguruan tinggi berkelas dunia (world class university). Selain itu, program ini akan menjadi penopang bagi Program Doktor Teknik Elektro ITPLN yang tengah dalam proses perizinan.

 

“Ini linear dan saling mendukung. Salah satu keunggulannya nanti, penerapan sains data dipadukan ke dalam sistem ketenagalistrikan — sesuatu yang belum dimiliki perguruan tinggi lain di Indonesia,” ungkap Prof. Syamsir.

 

Dari sisi prospek, Prof. Syamsir optimistis prodi ini memiliki peluang besar seiring kebutuhan pemanfaatan big data di sektor energi, khususnya untuk pemeliharaan infrastruktur kelistrikan, pengelolaan gardu, pembangkit, hingga sistem distribusi tenaga listrik yang lebih ramah lingkungan.

 

Plt. Kepala LLDIKTI Wilayah III, Tri Munanto, menyampaikan apresiasinya atas pembukaan program studi tersebut. Ia menilai langkah ITPLN selaras dengan kebutuhan dunia industri dan masyarakat saat ini.

 

“Dan tentu saja saya sangat mengapresiasi pembukaan program studi yang ada dan SK yang diserahkan kepada bapak ibu semuanya, baik jenjang sarjana maupun magister dan saya rasa bidang keilmuan yang bapak ibu buka ini sangat relevan dengan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat,” kata Tri Munanto.***

The post Peluang Emas! ITPLN Buka Program Studi Sains Data, Siap Cetak Talenta Kelas Dunia appeared first on Institut Teknologi PLN.

]]>
https://itpln.ac.id/peluang-emas-itpln-buka-program-studi-sains-data-siap-cetak-talenta-kelas-dunia.html/feed/ 0